Back to Blog

Terobosan WhatsApp: Uni Eropa Membuka Pintu untuk Integrasi ChatGPT & Copilot

2/10/2026
Terobosan WhatsApp: Uni Eropa Membuka Pintu untuk Integrasi ChatGPT & Copilot

Sebuah perubahan besar akan segera menyambangi ponsel ratusan juta pengguna di Eropa, dan kemungkinan besar akan segera menyebar ke seluruh dunia. Komisi Eropa telah mengeluarkan keputusan bersejarah yang memaksa Meta (induk perusahaan WhatsApp) untuk mengizinkan integrasi kecerdasan buatan pihak ketiga langsung di dalam platform pesan populernya.

Kemenangan untuk Kebebasan Memilih

Keputusan ini lahir dari desakan undang-undang antimonopoli Uni Eropa yang bertujuan mencegah dominasi ekosistem tertutup oleh perusahaan teknologi besar. Sebelumnya, Meta berencana hanya mengizinkan asisten AI mereka sendiri di WhatsApp. Dengan aturan baru ini, pengguna kini bisa memilih untuk mengobrol dengan ChatGPT dari OpenAI, Copilot dari Microsoft, atau Claude dari Anthropic langsung dari tab chat WhatsApp mereka.

Bagaimana Cara Kerjanya?

WhatsApp akan diwajibkan menyediakan API yang memungkinkan layanan AI luar untuk berinteraksi dengan pengguna secara aman. Hal ini berarti kamu tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi hanya untuk mendapatkan bantuan asisten pintar. Integrasi ini diharapkan akan jauh lebih lancar dibandingkan metode copy-paste yang sering kita lakukan sekarang.

Tantangan Keamanan dan Privasi

Uni Eropa juga menekankan bahwa integrasi ini tidak boleh mengorbankan privasi pengguna. Semua interaksi dengan AI pihak ketiga harus tetap tunduk pada aturan perlindungan data yang ketat (GDPR). Meta kini memiliki waktu yang singkat untuk mengimplementasikan perubahan teknis ini agar tetap mematuhi hukum yang berlaku.

Kesimpulan

Langkah Uni Eropa ini menandai berakhirnya era ekosistem tertutup. Di masa depan, platform pesan bukan hanya tempat bertukar teks, melainkan hub kecerdasan buatan di mana pengguna bebas menentukan asisten mana yang paling cocok bagi mereka.

Thanks for reading!